Biasalah, emak emak sok sibuk kayak saya kan suka berasa punya hak buat me time. Sebentar aja gitu, to keep my mind busy with my self. Dan ini salah satu caranya. Rebuskan si edamame, tinggalin sebentar, lalu berikan ke krucils. Membuka sendiri, memakannya dan mereka ngobrol ngobrol santai saja lumayan memberikan waktu 30 menit buat....meneruskan baca Minding Frankie. Hihihi.  Dan jelas jelas nggak usah beli edamame di Sushi Tei lah, yang semangkok kecil harganya berapa ibu-ibu???? Ini yang mentahnya 5000 aja sepak bisa sekali makan buat tiga orang, banyaaak, dan tinggal direbus doang. (jangan beli yang frizen-nya ya, itu 20 rebu juga hihi)Lumayan kan, beli di mana lagi me time 30 menit 5000 perak. sungguh, ini bukan cita cita yang muluk. Saya tau jelas bahwa sekolahan pertama seorang anak adalah di pangkuan ibunya.Dan saya pernah merasakan malasnya bersekolah, karena tidak suka pelajarannya atau tidak suka suasananya, dan thank God masuk SBM saya bener bener baru merasakan betapa menyenangkannya kalau kita bisa belajar di tempat yang kita suka dan mendukung kita.And that's what we want for the children.Seperti kaya Amy Chua (meski aku tak setuju metodenya), we don't want the children to be like us, we just want to prepare them for the future.Karena seperti yg saya baca juga di salah satu spanduk sekolah, anak kita akan hidup di jaman yang berbeda dengan kita.Hope the krucils can enjoy learning at their school. Learning, not studying only.Learn happily. Period.Argh. Ini paling malesnya kalau punya hutang jurnal. Seperti jenis hutang lainnya,makin lama makin males ngebayarnya. Nah setelah kunjungan ke Pribadi School akhir tahun lalu, saya udah diwanti wanti teman bikin jurnal mengenai review sekolahan yang saya lihat. Jadi begini, Ephraim masuk SD masih lama kok, 2 tahun lagi. Dia kan masih 4 tahun 2 bulan sekarang. Tapi , mengingat SD sekarang rata-rata mengutamakan anak dri TK-nya sendiri, kami sempat kepikiran untuk mindahin dia dari TK, kalau ada SD yang kami sreg dan ternyata mesnyaratkan itu ddengan syarat kita anggap TKnya juga menyenangkan. Hubby sih niatnya sampe lulus TK, krucisl tetap di tutor Time, dia udah terlanjur jatuh cinta sama sekolah yang pas awal pencariannya bikin kita bolos seharian dan dipotong tunjangan, buat keliling bareng nyari preschool yang paling cocok. Sengaja pas weekdays, karena sejujurnya kami kurang percaya open house. Hihihi, di open house buat liat liat doang bolehlah, tapi buat mengamati anak kita dan kita cocok atau nggaknya, ya tetap harus lihat kegiatan mereka sehari-hari Nah, saya bilang ke hubby, kalau Ephraim tetap di Tutor Time tapi SDnya nanti nggak ke sana, gimana kalau nanti pas masuk SD kita malah kelimpungan? Trade off sama resiko nanti nggak keterima itu loh. Hubby naksir SD nya lanjutan si TT, di EB..Tapi jelas aja ya, kalkulasi dan itung-itungan performa keuangan thetamba saat ini, jelas kalau menyekolahkan di sana itu akan maksain banget, itu udah mengancam biaya hidup utama bukan cuma mengorbankan kegiatan tersieer dan luxury. Biayanya out of our league. Period. Jadi pencarian ke SD yang cocok buat anak kita kan nggak bisa begitu aja dilakukan pas dua tahun lagi mau masukin dia, dan kebayang jangan sampe salah ambil sekolah, lah mudah-mudahan (semoga nggak ada mutasi keluar Bandung ya Tuhan, promosi juga di sini aja deh. Amin) kan 6 tahun dijalanin, ya worth it lah diluangkan waktu buat hunting dari sekarang. Nah sebenarnya, pulang dari Bali bulan Februari lalu, hubby yang sengaja menyisakan satu hati cuti mengajak sayake beberapa sekolah, yang sempat masuk daftar pilihan. (di luar Pribadi School yang udah kita lihat pas akhir tahun lalu, ya karena letaknya yang 5 menit doang kalau ngojek dari rumah), setelah review dulu dan cari sedikit info dan ada sedikit gambaranlah tentang sekolah-sekolah tersebut. 1. Trimulia 2. Semi Palar 3. Kuntum Cemerlang Ke tiga sekolah aja habis seharian lowh. Dan kita semakin bisa tau apa kemauan kita, dan semakin peka untuk tau ini sekolah yang kita mau atau nggak. Baiklah, ini hanya pembukanya saja. Saya janji liburan (buat hubby ya, saya kan libur panjang dari bulan lalu hihi) ini saya akan bikin review mengenai sekolah tersebut. Sengaja bikin notes ini, biar maksain nulisnya nanti. Biar malu kalo tetep nggak bayar utang as much as I want her to think global and act local (nyontek slogannya bank internasional), dan kalau tampang dan gaya saya pengennya dia universal deh. Hihi. Nah sejak melihat Ephraim yang jadi korban percobaan bapaknya dicukur di rumah sampai 2 tahun *atas nama tidak mempercayakan kepala anak kecilnya di tangan orang lain* dan hasilnya adalah cukuran batok kelapa selama 2 tahun, maka saya sudah meniatkan untuk Gaoqi nanti salon cantik adalah jalannya. Tapi impian cuma impian. *saya mikir doa saya yang ini jangan-jangan disabotase suami juga*. Dari sejak lahir, dengan rambut yang lumayan cepat tumbuh, rambut Gaoqi adalah hasil potongan emaknya yang jelas-jelas berhadapan dengan gunting dan kertas aja ngeguntingnya bisa mencong mencong ye, kebayang kalau berhadapan dengan gadis kecil yang lincah sana sini dan rambut yang kalau salah potong kan nggak bisa di-undo. Nah setelah beberapa kali diajak ke salon, setiap ke BSM diajak mampir ke Kiddy Cut sambil nunjuk 'tuh kaka cantik ya, rambutnya panjang dipotong di sini' dan bla bla bla dan sampai pake cara menyogok yang langsung dijudesin hubby tercinta (after we got your hair cut, we buy the ice cream oke?), tidak berhasil sodara-sodaraaaa.... Setiap ditanya mau nggak dipotong rambutnya, dia mengangguk dengan semangat. Lalu dia akan tambahkan "Tapi, sama Mommy ya...Mommy bisa kan potong rambut aku" Oh nak, aku sangat suka dan merasa terhormat dipercaya tanpa ragu begitu. Tapi sungguh untuk hal ini, aku tau kau mempercayai hal yang salah. Hiks. Tapi kan tak mungkin ya tak mungkin saya biarkan dia dengan rambut terurai menutupi mata dan rambut belakangnya yang cenderung ikal itu memanjang sepunggung. Kasian coy masih suka lari-lari keringetan di Bandung yang sekarang menuju musim nggak jelas panasnya pula. Akhirnya, saya angkat gunting lagi hari Minggu sore, setelah kasihan melihatnya seharian di fun Station berkeringatan, saya memberanikan diri pulangnya menggunting rambutnya lagi. Poni dan bagian belakang. Miring, tentu saja. Ah sudahlah, yang penting tujuan utama tercapai, itu rambut tidak berkeriapan lagi di mata indahnya.  Miss Shally and Suprie and Indri saat Gaoqi masuk sekolah " "Wow gaoqi, you have your hair cut... Where did you get it, in IP?" "BSM ya?" Dan Gaoqi geleng geleng sambil tersenyum nunjuk saya. "Yah Miss, itu jelas made in Cimuncang, lah" kata saya. Ih kasian amat salon di IP dan BSM dianggap menghasilkan potongan begitu. Eh atau sebenernya potongannya dianggap keren gitu ya hihihi  *denial tingkat tinggi* Jadi Senin minggu lalu,sudah dikassih tau ke parents kalau Fun Friday theme minggu itu adalah Cooking Class. Udah dibilang bawa some fruits to make fruits salad dan cookies, dan peralatananak ya make baju Chef atau at least apron lah ya. Di pikiran saya, ah gampil, di lavie pasti banyak. Trus keinget lagi, Mitha my mate di bbg TUM Bandung waktu Kartini-an posting foto dia barenga Aiko dan Kiara make kostum chef. Jadi saya santai dong kayak ke pantai. Hari Rabu baru keinget hubungin Mitha, eeeeh ternyata Mitha bilang yang ada bajunya doang, dan ya ampyun saya baru inget, Aiko kan udah 6 tahun dan badannya bongsor pula, itu baju dia manalah muat ke Ephraim. Sebaliknya Kiarra meski 4 tahun mungil, baju dia bakal muat ke gaoqi...trus my Ephraim? Akhirnya saya telpon Lavie, katanya di lavie juga nggak ada apron dkk. Huaa..... Sebenarnya setiap fun Friday, kalao ada kostum-kostuman saya suka lebih longgar, kalau nggak ada di rumah nggak usah pake aja. Hihihi, kan gakpapa tuh, gurunya juga nggak maksa.. Tapiiiii...suami tercinta bilang, kalau selama kita masih bisa menyediakan, harganya nggak terlalu mahal, dan bisa dipinjam atau sewa, ya diusahakanlah. Karena kata hubby itu juga mengajarkan tanggung jawab ke anak, dalam hal kita nggak menganggap remeh suatu tugas. Artinya dalam setiap tugas yang diberikan, kita berusaha cari jalan yang terbaik semampu kita. Semampu kita ya. Makanya waktu dulu pas hari PBB Gaoqi kebagian pakaian Meksiko dan ternyata nyewanya 200 rebu, saya bilang keberatan ke hubby, hubby bilang it's oke. Akhirnya kita jadi beliin rok rumbai warna warni ke gaoqi, sedikit Meksiko-lah dia. Yang penting krucils harus lihat kita juga berusaha. Biar nanti mereka juga nggak terbiasa menganggap sesuatu nggak perlu menurut versinya sendiri, hanya karena malas berusaha sedikit lebih.Well that's my hubby. Baiklah kita turuti, toh dia juga rela repot demi anak-anak kami. Nah, si apron ini kan harusnya gampang yaaaa.... Tapi cari di mana lagiiii? Hari kamis dari pagi nongrong di Origin sama Mak Mikel, trus ke FO Anakkecil, tanya tanya di sana juga nggak ada. Mulai panik. Nah Mitha cerita, coba cari deh apron begituan lucu-lucu di Daiso PVJ. Saya tanya harga dong, 22 rebu saja. Aaaah legaaaaaa..... Akhirnya setelah anter Mak Mikel ke hotel, saya jemput Ephraim, lalu karena sudah jam 3 an, saya putuskan drop mobil ke kantor hubby soalnya hubby malamnya ngajar, nah dari situ ke PVJ naik Taksi biar bisa langsung pulang juga. Eh jodoh ya, pas naro mobil bareng Ephraim, ketemu Mbak Titi yang nganter barang ke Kanwil dan.... waktu dia nanya saya mau ke mana dan saya jelaskan, dia ngikik dan rada bete. Kenapa saya nggak bilang dari Senin atau Selasa, biar dia bikinin. Secara ya, dia kan so crafty, apa aja bisa dibikin. Saya lupa mbaaaak....lagian kepikiran dia lagi sibuk di kantornya. Trus dia bilang, daripada capek-capek dan jauh ke PVJ, dia menyuruh saya bikin sendiri aja. Gampang banget, DIA BILANG. Oke, segampang mana, kata saya. Sejujurnya, I'm not crafty at all!! Jadi saat dia bilang gampang sih saya sudah raguuuuu. lalu dengan semangat dia gambarkan bentuknya, trus dia bilang TINGGAL tambahkan pita dan jadilah apron. Penjelasan dia sih sempurna, masalahnya saya nggak bisa nangkep gampangnya di mana. Mendengar kata bikin bentuk bla bla bla, gunting lalu JAHITKAN pitanya bla bla bla, saya yang coba konsentrasi tetap nggak bisa membayangkan. Lima menit Mbak Titi tambahkan memotivasi saya bahwa saya bisa., tapi saya makin yakin itu bakal jadi amburadul deh kalo saya paksain bikin . Dan akhirnya saya bilang, saya kan udah nelpon Taksi, kalau dalam 5 menit Taksi datang, artinya saya dan Ephraim berjodohnya ke PVJ. Kalau Taksi nggak datang, okelaaaaah saya akan berusaha 'jungkir balik" mengikuti saran si J eung Crafty ini. Beneran crafty deh beliau, lihat aja blognya yang di sini , bukan yg di Multiply ya.Eh, taksi datang kurang dari 5 menit tuh. Tumben surumben kan. Jadi saya yakin dong, at least untuk kali ini saya memang disyahkan belum cukup crafty, bahkan hanya untuk apron saja. So off we go To PVJ! Dan ketemulah Daiso, dan yes...ada dong si apron.... Apron 22 rebu for kidsNah, kalau mbak titi mungkin ngeliat ini ngerasa bikinnya gampang, saya malah bersyukur pas ngeliatnya, untuuung beli. Ribet aaaah bikinnya hihihi itu tali talinya... dan kalo saya bikin pasti nggak ada kantong depan buat nyimpen printilan, yang jadi a must buat Gaoqi dong hihi. Pas cerita ke Mbak titi, 22 rebu dua biji jadi 44 rebu, it saves my children Fun friday, Mbak titi bilang ya pikirin juga ongkos Taksi dong. Iya, emang ongkos taksinya 70 rebu PP sampe rumah, trus ngajak bocah ini nongkrong di J-Co nya menikmati Yoghurt kesukaannya sama beli setengah lusin donat buat di rumah habisnya 58 rebu, tapiiiii...kalau ini kan udah sekalian membayar harga enjoying the time with Ephraim. Kebayang ya, kalau bikin sendiri, maybe I save 100rb, tapi karena kesulitan ngerjain dan tegang, kemungkinan besar saya jadi cerewet maksimal dan nggak sabaran deh pas ngerjainnya di rumah. Instead of seneng-seneng sama Ephraim dan Gaoqi, nanti yang ada malah saya jadi emak emak obsesif nggak jelas. Hihihi.  d an he was so happy tiba tiba di tengah minggu diajak makan yoghurt frozen kesukaannya ini... woth 3 fruit topping, dan dia rada pelito ngebagi cuma beberapa sendok...Pelajaran pertama, haruskah saya crafty? hihihi.Sudahlah, ada orang yang emang crafty by nature, dan everything like these comes easy for them. And because of that, lain kali saya harus langsung turn to Mbak Titi aja instead of nanya Lavie dulu kalau beginian. Lebih jelas ketersediaannya, dan bagus bagus pula pastinya . Tapi kalau saat itu Mbak Titi tersayang nggak bisa, I think it's quite ok to pay more....especially for moment with your children (errrr....and to save you from being Angry Mom yang setengah mati maksain bikin sesuatu yang out of her league ) Waktu liat soal-soal ujian yang dibuat hubby buat ngajar beliau, saya suka ngikik sendiri. Pertama ya, hubby itu nggak kreatif banget kalau bikin nama-nama di contoh soal. Yang paling sering nama anak-anaknya atau mengutip nama teman-temannya, dan kalao soal PBB nyebut daerah dia bakal bikin daerah rumah kami.  Tapi kalau ini dianggap penerawangan penghasilan anak nanti di masa depan, aih saya setuju banget. (di luar inflasi ya, jadi kalau ada inflasi harap menyesuaikan, ini kan tahunnya tahun 2009 dibikin) Hihihi *sambil ngebayangin yang penghasilan 680 juta setahun saat ini biasanya kerjanya apaan sih*Mudah-mudahan bekerja di tempat yang kau suka and beyond money , dan uangnya bakal mengejar dan mengikutimu ya, nak.....  Sesungguhnya bocah dengan pertanyaan WHY alias KENAPA itu benar-benar therapy anti pikun deh.Iitu jadi tantangan terbesar saat dilakukan sambil nyetir daaaaan...saat melayani adiknya yang sok ber-why-why -why juga dengan gaya paling penting sedunia. Dan seajaib-ajaibnya pertanyaan mereka, mau nggak mau kan harus dijawab dengan benar. Apalagi saya punya polisi kayak hubby yang suka melotot karena saya suka jawab segampangnya  . Untuk soal menjawab pertanyaan krucils, hubby dapat acungan empat jempol deh dari saya. Lagi secapek sesibuk sengantuk apapun, dia pasti bakal menjawab dengan logika dan nggak akan malas berpanjang menjawab. Bakat dosen amat yak.Kalau ada pertanyaan fakta yang nggak bisa dijawab (kayak pertanyaan kenapa helikopter naiknya ke atas dulu baru maju atau kenapa twister nggak ada di bandung) , dia bakal ngomong ke Ephraim, "Wait, ok Ephraim, I will try to find the answer in the internet," Lalu hubby bakal cepet cepet buka laptopnya, dan googling tentu saja, baru jawab ke Ephraim. Dan saya ketawa ngakak pas Ephraim nanya: "Mak, why bapak's computer knows sooo many things?"Kebayang kan betapa seringnya si bapak mencari bantuan Mbah google atau wiki buat jelasin sesuatu, dan kebayang sebanyak apa pertanyaan dia. Yang jujur kadang kalau udah dijelasin bapaknya aku suka mikir, nih anak ngerti nggak ya penjelasannya, dan ternyata beberapa waktu kemudian, dia bisa menganalogikan ke sesuatu. Hal begini yang bikin kita nggak berani asal-asalan jawab pertanyaan, seremeh apapun. Nah, kebiasaan emaknya melempar pertanyaan ke suami tercinta ternyata juga bikin image tersendiri di dia. Dia tiba-tiba ngomong "Mak, why man know more things than woman?'Emaknya bingung dong kok dia bisa nanya begitu (harusnya belajar dari pengalaman, ya, dia pasti mengamati sekitar dulu kan.Jadi sebelum saya protes mengenai pergaulan dunia luar, mending ngaca dulu)"Why you ask that?" dan jawaban dia bikin jlleb "Because, bapak knows a looooot of things, and you only know quite a lot when I ask you questions,"masih sopan dia bilang quite a lot daripada dia bilang knows a little yeeee... Huhuhuhu.... dianggap kurang pinter inih sama anak sendiri. Oh tentu saja itu harus dliluruskan. Pernyataan bahwa man knows more things than woman, maksud saya. Kalau pernyataan kedua dia yang soal perbandingan kemampuan emak dan bapaknya, ya sudahlah. Saya terima kok hubby lebih pinter dari saya hihihi. and when you smile...the whole world stop and stares for a while... cause you're amazing just the way you are...Jadi yah hiks saya kan punya kecenderungan ge-er dan suka lebay juga. Setelah kejadian ini , besoknya saya agak norak dan pengen denger lagi dong kalimat yang bikin nyess itu. Mamak : Gaoqi, what do you want to be when you're big?Gaoqi : Ehm...Princess, mak...Yah...kok nggak sesuai keinginan. Ayo dong, jawab kayak kemaren. Mamak kan lagi pengen ge-er lagi, dan sok pengen mellow.Dan yah gitu deh, saya malah maksa Mamak : Really? Don't you want to be like me? Like mamak, sayang?Gaoqi diam sejenak, lalu menatap saya Gaoqi : Ehm...mamak suka princess nggak? (dengan nada bersyarat : kalo gue suka Princess baru dia mau jadi kayak gue) Iiiiih...impiannya cepet banget sih diralatnya, sayaaaaang *gagal mellow dan nyess nyess* kok emaknya langsung ngebayangin lagi Semut Merah-nya Obbie Mesakhpas ngeliat Gaoqi gaya begini?
dan ini....menunggu siapa, nak? Mamak : Gaoqi, what do you want to be , when you grow up?Gaoqi : glow ap? Glow ap, mak? *dengan muka polos* *jitak emaknya, vocab-mu sesuaikan dengan anak batita, dong!*Mamak : I mean, when you're big girl, what do you want to be? Doctor, Dancer, Masterchef, or Police?Senyum senyum dikit, pake gaya sok mikir dikit, dia berteriak; Gaoqi : Ehm... I ..I want to be like Mamak!! Hening sejenak. Mamaknya meresapi kalimat yang dilontarkan dengan iringan mata bulatnya yang menatap sang Mamak dengan penuh kepercayaan. Dan dia bilang Mamak, not Mommy.Nyesss..Selesai sesi bengongnya, mamaknya langsung berdoa dalam hati, "You'll be much better than me, Sayang. Much better, You'll be the best version of your self, wanita yang takut akan Tuhan, berkenan di hadapan-Nya dan dihormati manusia, who will live your life to the fullest. Oh, you'll be much better than me. Amen."Oh ya, setelah itu dia panggil mommy lagi. Dududududuu
Sabtu pagi, dari Jumat malam sudah janji mau bawa Ephraim naik gunung, melihat Bandung city view dari arah atas perumahan. Jadi untuk hari itu, belanja mingguan yang biasa saya lakukan Sabtu pagi dipindah hari Minggu abis gereja saja. Jadi jam setengah 6 udah bangunin krucils, dan bareng mereka tanpa mandi naik ke atas. Jam 7 kurang sampe rumah lagi, tiba-tiba ada kerjaan dari boss cantik. Mau ditolak sayang duitnya *lagi butuh banget banget hihi* , Mau diiyakan, banyak yang belum dikerjain, krucils belum mandi, saya belum bikin sarapan mereka karena kelupaan, dan belum puas main sama krucils, padahal jam 10 saya udah sign in ikut Workshop Penulisan di GKI MY... Akhirnya sepakat, saya minta kerjain setengahnya aja. Nggak sanggup juga full, meski tergiur duit kan harus sadar kemampuan (dan umur ahem) Eh juga sepakat sama hubby, untuk menyelesaikan segala kerepotan dalam sekali tepuk (beberapa kerjaan beres , dan Meri Wita juga selesai ngerjain kerjaan rumah sehingga saat ditinggal bisa full konsen ke krucils) kita kabur ke Dunkin aja....Ke Giant paling deket, dan emang buka dari jam 6.30 pagi. Di sana lumayan sejam buat krucils asik sendiri dengan bapaknya, dan emaknya bisa nyelesaikan kerjaan dengan tenteram. Tanggung jawab juga selesai, ngasih makan anak maksudnya. Hihi untuk kali ini, kita limpahkan tugas mulia ini ke Dunkin *berusaha tak memikirkan kadar gula di dalam donat bertabur vanilla dan selai blueberry tak jelas itu* dan membiarkan mereka minum hot chocolate juga *lupakan lagi kadar gulanya* lalalala.... yang penting pagi itu semua kenyang, dan semua senang. sana kalian duduk berdua while mamak bapak pacaran dulu... 5 menit aja kan lumayan hihioke, mau kutemani, Mak? Aku minum hot chocolate, dan mamak bekerja. Pembagian tugas yang sempurna
enaknya makan di luar. Berantakan...biarkan... tumpah tumpah...biarkan...minta nambah, minta sama mas dan mbaknya tanpa takut keliatan bossy di depan krucils..giliran bayar..yah worth it lah buat a fun breakfast Jadi saat Sabtu pagi ada satu keluarga nangkring di Dunkin masih pada pake piyama, belum cuci muka dan cuma sikatgigi (yang nggak bakal ketahuan karena udah makan coklat lagi pagi-pagi), dan belum sisiran, sarapan dengan makanan dan minuman penuh gula... ya sudahlah maklumi saja... Emaknya lagi sibuk ahem...malas maksudnya... Dan ngomongin soal kadar gula, total donat habis ada 12, 4 buat merri dan wita di rumah, dan 8 dibagi kita berempat. Errr.... ini sekali sekali kok yaaaa....*denial*  | Jackpot | May 5, '12 7:08 PM for everyone |
kumenanti seorang kekasih...yang terbaik yang datang di hidup ini...*selalu bernyanyi begitu setiap melihat ini di screen kompi*Pagi yang cerah, dan sang suami sedang ngobrol ngalor ngidul dengan istrinya, dengan latar belakang krucils yang meskpun juga asyik main berdua, tetap kerap interupsi dan sedikit sedikit bertanya ke bapaknya. Tiba-tiba kening sang suami berkerut, dan dia menatap saya dengan serius, "Aku barusan mau ngomong apa, ya? Kok lupa?"Istri yang sedang sok sibuk motong motong kue hanya menjawab asal-asalan"Mau ngomong kalau kau sayang aku, kali...."Sang suami terdiam."Bukan, bukan itu ..."Yeee... gue juga tau, I just give a silly answer, kali...asbun kamsudnya.....Tapi dia kemudian menyambung, "Tapi itu juga harus sering-sering diomongin, ya. Aku sayang kau,'TENG TONG! Assssik, dapat jackpot! Iseng-iseng berhadiah! Emang deh paling seneng dapat sesuatu yang menyenangkan, di saat paling tidak disangka-sangka! Awal April sebenarnya saya ngajak Mami Laudya untuk ikutan seminar ini, karena pembicaranya Ibu Elly dan aku udah pernah ikut seminarnya mengenai komunikasi, which is great dan sudah pernah sampe aku tuliskan sampai 4 bagian di sini. Tapi waktu itu saya nggak jadi, karena masih ada Paper Business Law yang bikin guling-guling karena ternyata banyak banget dan jatuh temponya tanggal 1 Mari. Baiklah, saya dengan berat hati nggak jadi ikutan. Padahal saya udah tau, seminar 150 rebu ini pasti worth it banget banget banget. Jadi semenjak pulang seminarnya, saya dan temen-temen udah memberondong Mami Laudya untuk menuliskannya di jurnal, dan saya akan kasih linknya biar semua baca di situ. Kemarin saya sudah share di twitter, dengan harapan setengah saja yang membaca itu akan membawa perubahan banyak, karena semakin banyak orang tua dan calon orang tua yang aware, semoga kita bisa bikin bangsa ini lebih baik ya. Amen to that. Please please please bacalah jurnal ini, sharing Seminar Pede Bicara Seksualitas dengan Anak. It is really a must for parents and parents to be. Dan kalau merasa itu panjang banget, give a little bit of your time, please. It is really an important matter. Dan mungkin biar bikin makin ngeh, silahkan baca jurnal Irra yang bikin merinding ini. And please do something, mungkin hal kecil kayak aku share ini, dengan dua atau tiga orang teman kita, yang akan share ke teman lainnya juga. Beberapa bulan lalu saat saya ikutan seminar Bu Elly mengenai komunikasi, saya dan Tri ngobrol ngobrol. Ada beberapa yang menganggap kita rewel dan berlebihan bicara beginian. Tapi waktu itu bu Elly pernah bilang, " Kalau mungkin kita bilang 'ah, saya nggak ngasih HP kok ke anak saya, dia nggak bakal tau macem-macemlah.Sekarang saya mau tanya, kalau ada temen di kelasnya (atau di lingkungannya) yang udah punya hp, satu orang saja, dan bisa akses ke gambar porno, menurut anda, sudah berapa orang di kelasnya dan lingkungannya yang sudah melihatnya juga? Kemungkinan semua...kenapa? karena children tends to share everything," Meski itu terjadi pada anak lain, kita harus ingat anak-anak kita bukan hidup di rumah saja dengan kita saja sebagai kontak dalam kehidupannya. Ini bukan untuk nakut-nakutin. Hanya megingatkan agar kita tidak denial dan menganggap itu hal yang hanya terjadi di Buser, Sergap dan lain-lain di TV saja. Tapi ini untuk mengingatkan untuk waspada. Kita tentu saja berdoa ke Tuhan untuk melindungi anak-anak kita. In the name of Jesus, bless our children oh God. And help us do OUR part.Dan untuk itulah, kita harus menggunakan pengetahuan yang sudah ada juga. Untuk waspada, dan bisa bertindak yang benar. Care and share to others mengenai ini, mungkin salah satunya. Karena musuh dari cinta bukanlah benci, melainkan ketidakperdulian. Being 33 looks good on you, honey. You look younger than your age, especially when you smile with that twinkling eyes. Remind me of the days when we first met, 15 years ago 
Happy Birthday, Honey. Great husband and wonderful Father. God bless you abundantly, wiser and always walk in His path. You are God present to us, and I'm glad you feel the same way too about us. With Love, kisses and hugs already in advance, and will be recharge everyday,. It's the bonus you got that have no expired date. From Us Sondang-Ephraim-Gaoqi and baby in the belly. Lagi-lagi tugas, and I found that really challenge me as a person. Udah setua ini belum pernah disuruh in charge in something yang full tanggung jawab di saya, selain ngurus biaya merit, arisan di rumah sendiri, sama nyiapin acara keluarga kecil. So when there's an assignment to do a project as a final test and it has to be done in 60 days, I felt a little bit of....Hah?!! Oke, cool, calm down, take a deep breath. Relax.Gunakan sel-sel abu-abu di otakmu, Poirot said . Right. And I tried to use them .Niatan awal bareng seorang temen bikin proyek Seminar Pajak di SBM. Pesimis di awal, karena bulan 3 dan 4 itu kan peak season DGT. Apalagi sempat menghubungi Tax Office tempat ITB terdaftar, katanya padat jadi mending lempar ke Regional Office. Yah bonus lah punya suami nangkring di sana, sering diminta mengisi seminar pula. So we arrange that seminar, and thankfully it went well. Right Procedure from ITB to Regional Office Jawa Barat I (thanks dear honey and Puji), efficient two hours seminar, and good respond. Oke sip.But then.... I felt a doubt in my heart to present it as my Project. Somehow I didin't feel it as MY project, it didn't bring the added value that I want.Dan ada satu kejadian that I will write later, yang bikin saya pengen banget ini jadi sesuatu yang berguna. Karena ternyata berguna buat satu orang aja, dan bisa bikin perubahan buat orang tersebut, itu akan berdampak besar. From the very beginning, I already fell in love with the idea of making a cupcakes decorating class, by inviting a baker from well known baker shop, and the fee will be on my treat of course (langsung ambil biaya bulanan kuliah yang pas banget mulai bulan Maret naik.Cihuy makasih BPPK hihi). But for this project, I want the participants are the ones that really need the skill of decorating cupcakes, either it's in their passion or it will be better for Stay at Home Mothers who want to do cake business from home. That's why dari awal, saya nggak pengen ini diadain di ibu-ibu arisan rumah saya (pas pula saya yang jadi tuan rumah arisan bulan April), karena mereka rata-rata ibu pensiunan telkom yang pensiun aja mobilnya dua kan. Juga saya skip the TUM's gank, meski mereka merepet kenapa nggak narik mereka, secara mereka juga nggak butuh amat, ini mah buat fun-fun doang buat mereka hihihi.dan...saya punya Mbak Titi of course. Aktif di mana-mana, pasti dia punya kenalan banyak, dan dia tau mana yang butuh keahlian ini.So I asked her to be the Public Relation division.Dan Tri yang pengen memperdalam bikin kue buat modalnya pas dia bilang insya Allah lulus S2 *dan lulus kan kamu darling, tuh kan apa saya bilang hihihi lulus kaaaan* saya tunjuk jadi akomodasi. Jujur saja, this was not easy from the beginning, berhubungan dengan orang banyak itu bener-bener meguras energi. I save the drama untuk bahan tulisan di blog mengenai kuliah di sbm nanti *mana ini janji melulu, ah tenang aja, selesai paper Law dulu deh.Okesip*But most of all, I learn a loooooooot.And I know when I'm down, when I needed help, God send me people that can lift up my mood and actually help me to see in perspective.And this one I remember most.Sewaktu jam setengah 4 pagi saya terbangun dan ada sms yang bikin naik darah dan nangis bombay, Di antara hectic ujian dan belum belajar sedikitpun, paper bejibun, hari itu sorenya arisan di rumah, besoknya harusnya udah acara, itu rasanya mau nangiiiis. Sungguh mau nangis yang saat itu bukan karena mellow jellow efek hamil. I send a message to Mbak Titi, and then called, and we talked subuh subuh. After that, hubby who woke at 4.30 asked what's wrong and I told him the news, instead of pittying on me, he said "Wah, kasihan Mbak titi dong ya,"And I stunned.You see, before talking to hubby, and when I talked to Mbak Titi, I pity my self, thinking I'm the one yang paling dirugikan dan dipusingkan. But my hubby put in perspective, that Mbak Titi is the one yang bakal lebih pusing dari saya, and he got no benefit whatsoever from this Project. Huaaaaaa.... Di Sabtu subuh itu, saya semakin jatuh cinta lagi ke suami saya, dan semakin bersyukur ada Mbak Titi. Dan kegiatan ini dilangsungkan hari Minggu, 15 April jam 10 pagi. Saya ke rumah Tri pulang gereja, modal kue chiffon ketan item doang, karena Tri bilang dia udah sediain makanan, dan hubby serta krucils ke Fun Station. Pulangnya mereka jemput saya lagi jam 2 di rumah Tri. Everybody happy, meski everybody repot juga hihi. And you know what, it all end well. Really well. Great, in fact. Beyond my expectation. The project, and also the time we had. Seneng banget dari cerita Mbak Titi, ternyata berguna buat ke 10 orang ibu-ibu itu. Senangnyaaaaaaaa....
 dari mulai packagingnya, diajarin juga. Penting buat yang mau jualan. Saya yang beli-beli aja deh...
ini caranya.... oh ya, inget ya kebersihan adalah tanggung jawab yang bikin kue. Cuci tangan bersih bersih is a must, dan meski nggak ada yang liat, inget yaaa...Tuhan ngeliat.hihihi tanggung jawabnya kan gede banget nih, makanan begini. . disediain sama my lovely Tri. mmmuachh...selat solo dan bistiknya enaksEphraim dan gaoqi girang banget ngeliat Angry Bird nya. Tapi meski cakep tetep dimakan, kok hihihi
harus foto. Harus!!
I really really really learn a lot. And I thank Bu Nurul , my lecturer, who give this assignment. Love Bu Yuni and you to the max!  | TOLOR | Apr 28, '12 2:36 PM for everyone |
 So few months ago, I read @tWeethri about Eydro who said he wants to eat with t-o-l-o-r. Telur lah in Indonesian Big Book of Dictionary ya. And of course I laughed outloud when reading it, ya astaga itu anaknya kan baby sitternya pastinya nggak orang Batak, asistennya juga, emak bapaknya juga udah jakarta-eans lah. And where did he got the words tolor? But then, few months later after that, I found my self stunned to hear my princesslike daughter saying that word. "Aku mau tolor, Tanteeee!" and to me she smiled beatifully, " I want tolor, Mommy!" Eeewwww....what?!! Dari mana kata-kata ituuuuuuu? Ingatan langsung melayang ke ketawa ngikik ku pas baca twit emaknya Eydro. Apa ini balasannya, hah? Huhuhu. I investigated this, of course, but none of us speaking tolor. And not even my parents or in laws, if we want to blame two weeks to Medan or the coming of Medan-iers to Bandung. Ya ampun Nak, nggak papalah Eydro bilang tolor. Kan dia anak cowok, macho kedengerannya. Lah kamu, so sweet and insisted your self call as Princess, how come....oh how come you say 'tolor' in front of public later? It will degrade your overall appereance, Princess. So Mamaknya tentu mulai concern ke hal (nggak) penting ini. Telur, Gaoqi. TE-LUR. "Oke, Mommy. Te-- Lur. I want tolor, Mommy..." Hiks.  | NDESO | Apr 25, '12 2:23 PM for everyone |
So last week, in one fine day, I just dropped by at campus to take some letter that I need to send to Head Office. Jadi karena lagi libur, parkirannya asyik banget lah dapat tempat istimewa yang rindang di bawah pohon, dan lega pula. Nggak pake bantuan tukang parkir, bisa mundur sekali doang. *ya eyalah, cuma ada satu mobil di kiri, kanannya lempeng selempeng lapangan* Setelah ambil surat, langsung cabut mau ke sekolah Ephraim, menjemput Ephraim. Pas parkir di sekolah Ephraim dan mau turun, udah buka pintu mobil dan tinggal menapakkan kaki.... doeng.... eh sendal saya manaaaaaaa....baru nyadar ini kok nyeker yaaaaa.. Mulai panik, berharap itu cuma nyungsep di ujung mobil, atau siapa tau pindah ke tempat duduk sebelah (eh kalo ini horor ya jangan deh)... pokoknya rasanya nggak terima aja kalau sepasang sendal nyaman andalan itu nggak ada. Ketiga satpam sekolah Ephraim melihat gelagat saya langsung menghampiri, dan dengan muka ungu saya harus jelasin kalo sendal saya...kayaknya ketinggalan di kampus!! Akhirnya, bersama Ephraim saya balik ke kampus, dan sejak mobil saya muncul, satpam kampus udah nyengir. "Sendalnya di pos, Mbak..." Aiiih....dan dibawakanlah sang sendal ituu..... yang katanya tertata manis di sebelah mobil orang. Bener-bener seperti kalo kita masuk ke dalam rumah. Sebagai newvbie (kapan ahlinya sih, newbie muluuu) , saya masih mengandalkan telanjang kaki untuk nyetir. Dan kejadian seperti adalah yang kedua kali. Yang pertama di kantor hubby, dan saat itu lebih nyesek karena Crocs aseli kesayangan itu nggak ditemukan. Mau nangis banget. Nyadarnya memang besoknya, dan saat hubby sudah tanya tanya ke seluruh tukang sapu dan tukang parkir, nggak ada yang liat sendal itu. my very very very comfortable sendal. Pengen cium pencipta semua sendal dan flats, sungguh sangat mengerti bahwa kaki wanita perlu diemengerti...terutama saat menopang berat badan saat hamilYang ini emang jauh lebih beruntung. Sang sendal masih berjodoh dengan kaki saya, dan rasanya seneeeeeng banget! Ya eyalaaaah...jangan sampe keluar duit lagi biaya tak terduga di April yang bulan pengeluaran ini..... * eh nggak papa deh ada pengeluaran, Tuhan, yang penting ada pemasukan buat menutupi atau melebihnya. Amin.* with green tea cupcake. Yummo ya sayang
After the exams and only one more paper left to be handed to te Lecture, I often picked Ephraim before his school class over. So for that time, I could enjoy the luxury of being a Mother who can waited patiently while the children came out from the class talking with their friends and found the sparkling eyes of my son who saw me waiting for him, and then run fast to my arms. That's quite a feeling. And here the conversation between Ephraim and Arelli (his favourit friend) , and it has something to do with the journal before. Arelli : Ephraim, you don't have game watch, ya?Ephraim nodded. Arelli : Why? Why you don't have gamewatch?Ephraim : No, I don't have game watch. Because I like to run, you see.. I can not practice run many times if I'm busy with gamewatchAnd Arelli nodded, with understanding. No mocking. And no pointing finger. And my son can answered that just matter of fact-ly. No judgement, no fear of being different with some of his friends. And it's a relieved to hear that conversation. As young as they are now, I found a relieve that the boy who has gamewatch doesn't mock my son for not having it and still show it to my son while he playing it, and my son still respect his friend and somehow he grab the value that we taught him. Oh tentu saja di rumah dia kadang masih bertanya lagi, apakah kalau sudah lebih besar bisa punya game watch and small laptops, and his father answer him "Let's see, Ephraim...Let's see if when you're getting bigger, you still interested in that kind of thing, and we will talk about that again...." For now, I think that's quite a lesson, for him.And for us as parents. Most things are much easier to teach to our children when they are young.Especially the things about value.Still a long way to go. But worth it. Jadi Sabtu kemarin, sambil nunggu hubby pulang dari ngajar,saya ngejagain dua krucils ini. Eh beberapa jenak berlalu, kok bisa adem ayem ya gak ada keributan, saya lihat Ephraim lagi menggambar (yang lagi jadi hobbynya akhir akhir ini), dan...mana gadis kecil saya? Oke...satu tempat yang paling menarik buat Gaoqi, selalu MY bed room, sedangkan buat Ephraim ruang kerja bapaknya. So mari melangkah ke kamar. And this is what I found. Untungnya lagi pegang HP saat itu, jadi bisa motret langsung sebelum dia berubah gaya. lagi nyoba, kayak kuas begini, bisa buat alis gak ya
oh atau buat bibir...atau pipi?
hmmm....ini lipstik kayaknya...kok gag ada isinya? Udah jatoh waktu kau kecil kau pake nyoret dinding, anakku....Gimana saya nggak bengong tambah geli dan bingung, dia belajar ini dari manaaaa.... Meri dan Wita sebelas dua belas sama saya, ogak make make up, disuruh bedakan aja susah. Lotion, deodorant, wangi wangian dan perawatan rambut *apalagi rambut Merri indah nian* mereka suka, tapi bedak muka aja nggak mau pake, boro-boro lipstik. Jadi kalo Gaoqi suka sisiran sih dakuw maklum, lah pupuran dan gincuan begini? *berpikir keras apa yang dulu kulakukan saat hamil....jelas tidak bergenit ria juga nampaknya, itu kan jaman bos tersayang yang disiplin luar biasa dan full kerjaan*
Baiklah, kita salahkan adek ipar yang suka dandan sajalah... Meski dia di Medan, siapa tau darahnya mengalir ke sini..kan sama-sama boru Tamba...hihi *menemukan kambing hitam*
J adi,sebenarnya tahun lalu saya kenalan sama si Wardah ini, di acara...siapa lagi kalo bukan copy darat undergroundnya TUM Bandung. Kenapa copy darat underground? Artinya ini diselenggarakan sama emak-emak yang spontan aja, di BBG, jadi nggak bawa bawa nama TUM dan nggak dipost di thread. Cari alasan buat ketemu, Lei yang ngajakin kita beauty class-beauty class-an. Sebenernya saya jelas aja bukan pedandan, tapiii iming-iming dari Poy itu bakal full gosip dan makanan karena diadain di Origin tempat favorit, ih ayo aja deh.... Nah, itu pake kosmetik Wardah. Karena dulu cuma mikir lucu lucan, nggak terlalu ngeh deh.
liat tuh, Iko nampak ahli , dan Vio di pelukannya menjadi peserta beauty class termuda
Nah, pas sebulanan lalu ke Ciwalk pulang gereja (always pulang gereja ya ke daerah bandung Utara, pagi-pagi deh kalo Sabtu atau Minggu buset kalo gak capek di macet), hubby ngajak saya nemenin install something ke laptopnya, dan di sana kan ada playground anak-anak, dan banyak tempat makan murmer. Sewaktu hubby di toko komputer, saya dan krucils serta Merri dan Wita yang ikut karena langsung abis dari gereja, jalan menyusuri tempat lain, daripada krucils nanti gabrak gubruk di toko komputer. Eeeh...pas liat counter Wardah. Haiya, kepikiran pengen beli bedak, setelah sebelumnya bedak saya pecah terbanting Gaoqi. Eeh...pas ngeliat liat harganya, astaga murce sekali yaaaaa.... Jadi,niat hanya membeli si bedak itu yang cuma 30rebuan, trus tergoda liat tempat body butter yg harganya err....seperdelapan harga Body Shop hihihi. Dan parfumnya 40 rebu. Hah? Saya langsung bilang sama Wita dan merri, meski belum pada habis, beli aja perlengkapan mereka di situ. Pilih-pilih parfum, bedak dan lotion, dan awalnya mereka agak ragu karena dikira mahal kali ya, soalnya displaynya kan keren, saya bisikin itu murah murah udah ambil aja... hihi... Nah, pas banget saya disms sama si Boss cantik,, menanyakan keberadaan saya, dan saya bilang lagi di Ciwalk, di Wardah, dan saya foto hasil belanjaan sambil bilang 3 parfum, 1 body butter, 1 lipstik, 1 minyak zaitun gede, itu habisnya 200 rebuan. Dan si boss cantik bilang satu hal yang bikin saya ngakak. "Kaaaaaak, titip dong, lisptik nomor 33. Aku sukaaaa dan itu Wardah susah nyarinya di jakarta," Jreng! heh? Susah? Lo nyarinya di supermall kayak PP dan GI kaleee... coba deh ke mall kelas menengah, masak sih Wardah gak adaaaaa... Tapi, saya dengan senang hati membelikan pesanannya 2 biji (kapan lagi bayanrin boss, biasanya kan saya yang dibayarin), dan dia girang luar biasa, menyuruh saya mengirim ke apartemennya sambil nanya "Kak aku transfer berapa?" Err... saya jawab "Harganya 32 rebu doang, sudahlah, nggak usah dibayar..kecuali kau tadi minta Ultima atau merk-merk yang tak terpikirkanku," Hihihi... dan dia seneng banget. Dan saya sempat bilang sama hubby, si boss dengan tas 15 juta tetep keliatan cantiklah dengan muka kinclongnya, nggak akan ada yang nyangka dia pake lipstik Wardah seharga 32 rebu.....
karena murah murah pula, emaknya ngebiarin gaoqi megang megang dengan sibuk, padahal kalo ke Body Shop tangan dia saya kekep. Takut jatuh kan mahal bo kalo pecah...kalo ini...ehm...hihihi
murah meriah hihihi...oh ya di counternya ini nggak bisa pake kartu (baik debit atau credit) ... cash only hihi! kayak toko jaman dulu ye...
Sepulang dari situ, saya cerita ke sahabat sahabat tercinta, dan Erna Mak Nicole bilang "IH, Ndang, kau kayak menjilat ludah sendiri, dulu kan pas gadis kau menghina waktu aku bilang pake Wardah," Hihihi, saya langsung ketawa. Ya iyalah, dulu sih sebelum punya anak , dengan gaji renumerasi mah Wardah nggak masuk itungan, gayanya dikit dikit ke Body Shop, padahal kalo dipikir pikir nggak jadi tammbah cantik juga (eh tapi tambah wangi ya). Tapi sekarang, di saat emak-emak dan semakin perhitungan, melihat ada barang substitusi murah meriah begini mah, jilat ludah sendiri nggak masalaaaah....  Ephraim : Pak, Pak, do you think it's a great idea if we jump here? dan Gaoqi langsung menyambung Gaoqi : Daddy, Daddy.... aku boleh lompat-lompat juga. ya?Errr...setelah dia berhasil me-Mommy -kan saya, dia ekspansi ke niatan men-Daddy -kan hubby. Yang gak nahan, manggilnya Mommy atau Daddy tapi bahasa Inggrisnya campur campur, dan bahasa Indonesia dengan lafal kadang batak banget. Hoalah nak mandi masih pake gayung dan takut shower aja kok Mommy and Daddy... mendingan abangmu lah, jelas-jelas mem Bapak dan Mamak sejati, dan bisa berbahasa Inggris dan Indonesia dengan baik dan benar. *masih bingung mau nyalahin siapa untuk sindrom Mommy Daddy-nya...jangan-jangan ini pelajaran buat saya karena dulu suka geli banget kalo denger ada anak-anak yang manggil Mommy Daddy..huhuhu...nak, kembalikan dong, kami ke panggilan yang benar... Bapak dan Mamak always nicer to hear in our ears.....* 
ini foto pemenang lomba apa gitu, lupa, tapi dapetnya pas masih di Jakarta dulu, and I found it very funny indeed, meski jelas tipuan kamera ya hihi
Sroot . Srooot Oke, nggak usah dibilang kegiatan apakah itu, dilakukan sambil menutup separuh hidung dengan banyak tissue, dan mata berair. "Sorry," I said Raffael langsung nyengir "No need to say sorry, it's ok" Handi juga nyengir, "Nggak papa, lagi" Tapi Ncik Lanny yang jelita menatap saya dengan mulut runcing"Ih, Sondang jorok amat siiih!”Bayu dan Tossa langsung membela “Itu nggak jorok, ah. Yang jorok kalo ingusnya nggak dikeluarin,”Yes, great , they’re discussing my ingus now, rather than discussing the Home Depot CaseTapi Lanny masih belum puas, dan memicingkan mata sipitnya sambil kembali menyambung kalimatnya“Iiih....jorok! itu jorok! Pasti anak lu cowok, deh!”Grrrrr... Timpuk Lanny pake tissue, dan dia menjerit lagi.
Habis makan pisang goreng yang digoreng dari rumah khusus untuk saya, dan...celingukan mencari tissue. Ada Lanny dan Marlissa di dekat saya, para wanita yang biasanya bawa tissue. “Minta tissue, dong!”Keduanya menggeleng, nggak bawa.Err...agak malas ya berjalan ke toilet yang selalu menyediakan tissue.Lihat punya lihat...eh ini...meperin di celana jeans aja deh, kan udah mau pulang tinggal dicuci nanti.Lanny dan Marlissa menatap saya dengan horor.Marlisa langsung berteriak “Iiih, Sondang!! Gue yakin deh anak lu cowok, lu slebor bangeeet!”Grrr..... Marlissa hampir kena lemparan tupperware.
Angie lewat dan dia menatap perut saya, lalu menilai dari atas ke bawah. “iiih, Sondang..anaknya pasti cowok deeeh.... Abis berantakan banget, nggak ada dandan-dandannya,”Mau nimpuk Angie, nggak tega juga sama si cantik yang selalu trendy dengan jilbabnya yang kayaknya always ngikutin HOTD. Atau kita jambak aja jilbabnya?Kemudian Tossa muncul. dan tersenyum sambil menerima kopi kaleng Nescafe dari tangan saya. “Ndang, anak lu kayaknya cewek, Ndang,”Sudah terbiasa mendengar perkiraan para orang sekitar yang suka menebak nebak, saya Cuma manggut-manggut, dan dia melanjutkan“Abis kamu tambah cantik sih, Ndang...Seger seger gimana gitu....”Langsung dong saya senyum ear to ear, tapi seketika lenyap waktu dia mengangkat kaleng kopinya dan nyengir, melanjutkan omongannya.“Ini kopinya gratis, ya! Makasih!”Ih, pujian berbayar. Benciiiiii.
| |